![]() |
Tangkapan layar dari Patreon Islamic Origins |
Pujian atau penilaian baik terhadap seorang rawi
(ta’dil) menunjukkan bahwa rawi tersebut layak untuk mentransmisikan
sebuah hadis. Di samping itu, ta’dil juga merupakan sebuah sokongan terhadap
seseorang, yang sekaligus menunjukkan kualitas dari rawi tersebut. Dalam kritik
hadis, ta’dil mempunyai beberapa tingkatan (maratib). Tingkatan yang
populer diantaranya adalah milik Ibn Hajar al-‘Asqalani dalam pengantar kitab Taqrib
al-Tahdzib-nya. Menurutnya, ada tujuh tingkatan ta’dil, dimulai dari
tingkatan yang paling atas yaitu:
- Para sahabat
- Pujian terhadap
seseorang dengan af’al tafdlil (superlatif) dengan wazan af’ala seperti
autsaq al-nas, atau dengan pengulangan pujian dengan lafal seperti tsiqah
tsiqah atau dengan sifat seperti tsiqah hafidh
- Dengan sifat
tunggal seperti tsiqah, mutqin, tsabt, atau ‘adl
- Sedikit turun
dari tingkatan ketiga, seperti shaduq, la ba’sa bihi atau laisa bihi
ba’s
- Sedikit turun
dari tingkatan keempat, seperti shaduq sayyi’ al-hifdh, shaduq yahim, lahu
auham, yukhthi’, taghayyara bi akhiri, atau dituduh melakukan bidah
- Mereka yang
sedikit mempunyai riwayat hadis seperti maqbul yang mempunyai penguat dari
riwayat hadis lain (mutaba’ah)
- Mereka yang mempunyai murid lebih dari satu tapi tidak dinilai tsiqah, seperti mastur atau majhul al-hal
Pujian Keanggotaan di Era Digital
Tingkatan pujian tidak hanya ada di hadis. Di
era digital sekarang, ada beberapa tingkatan yang harus dilalui untuk menuju
tingkatan ta’dil tertinggi. Tingkatan tersebut dimulai dari status dasar
hingga puncak. Di forum Kaskus misalnya, para anggota mempunyai sembilan tingkatan
berdasarkan jumlah postingan, yang dimulai dari tingkat terendah, yaitu:
- Newbie: tingkatan
terendah di Kaskus, yang jumlah postingannya kurang dari 100
- Kaskuser: jumlah
postingannya berada di kisaran 100 - 499 postingan
- Aktivis Kaskus:
jumlah postingannya berada di kisaran 500 - 749 postingan
- Kaskus Holic: jumlah
postingannya berada di kisaran 750 – 1.000 postingan
- Kaskus Addict: jumlah
postingannya berada di kisaran 1.000 – 3.999 postingan
- Kaskus Maniac: jumlah
postingannya berada di kisaran 4.000 – 9.999 postingan
- Kaskus Geek: jumlah
postingannya berada di kisaran 10.000 – 24.999 postingan
- Kaskus Freak: jumlah
postingannya berada di kisaran 25.000 – 49.000 postingan
- Made In Kaskus: jumlah postingannya berada di 50.000 atau lebih postingan.
Di samping itu, beberapa loka pasar, bank, hotel, forum diskusi dan lain sebagainya biasanya mempunyai tingkatan mulai dari silver, gold, hingga platinum dengan keistimewaan yang berbeda-beda. Semakin tinggi tingkatan, semakin tinggi keistimewaan yang dilakukan. Hal ini juga diterapkan oleh website IslamicOrigins.com, bagi mereka yang ingin bergabung di Patreon “Islamic Origin”.
Pujian di Patreon “Islamic Origin”
Patreon adalah adalah platform keanggotaan yang memungkinkan para kreator segala jenis, baik itu seni, musik, podcast, video, atau bentuk konten lainnya untuk memonetisasi karya mereka, dengan memungkinkan penggemar untuk berlangganan dan menyumbangkan sejumlah uang setiap bulan. Website IslamicOrigins.com dimiliki oleh Joshua Little, yang menulis disertasi dengan judul “The Hadith of ʿĀʾišah’s Marital Age: A Study in the Evolution of Early Islamic Historical Memory” di Asian & Middle Eastern Studies, University of Oxford. Website ini mempunyai akun Patreon “Islamic Origin”. Di Patreon, “Islamic Origin” menawarkan enam tingkat keanggotaan dengan masing-masing keistimewaannya, yang susunannya mirip dengan tingkatan ta’dil yaitu:
1. Sincere / صدوق
Penjelasannya seorang rawi disebut shaduq
(“tulus” atau “dapat dipercaya”) ketika mereka tidak kuat maupun lemah dalam
transmisi hadis mereka, tetapi berada di antara keduanya; tetapi ketika mereka
masih dipandang secara luas positif, atau sebagai orang yang bermaksud baik. Tingkatan
ini memberikan donasi sejumlah $3 per bulan.
Keistimewaannya adalah nama donatur akan disebutkan dalam ucapan terima kasih untuk artikel blog “Islamic Origin” berikutnya (kecuali jika donatur ingin tetap tidak disebutkan).
2. Good / حسن
Penjelasannya adalah hasan (“baik”), jika digunakan untuk riwayat daripada sekedar laporan, tampaknya memiliki makna yang mirip dengan shaduq, tetapi mungkin dengan makna yang sedikit lebih positif. Akan tetapi, istilah ini jauh lebih jarang daripada shaduq. Tingkatan ini memberikan donasi sejumlah $6 per bulan.
Keistimewaannya adalah nama donatur akan disebutkan dalam ucapan terima kasih untuk artikel blog “Islamic Origin” berikutnya (kecuali jika donatur ingin tetap tidak disebutkan).
3. Reliable / ثقة
Penjelasannya tsiqah (“dapat
diandalkan”) adalah istilah standar untuk seorang rawi yang kuat, yang
periwayatannya biasanya dapat diandalkan, bahkan secara terpisah, untuk
menetapkan keabsahan sebuah hadis. Tingkatan ini memberikan donasi sejumlah $10
per bulan.
Keistimewaannya adalah nama donatur akan disebutkan dalam ucapan terima kasih untuk artikel blog “Islamic Origin” berikutnya (kecuali jika donatur ingin tetap tidak disebutkan) dan donatur akan memiliki akses ke beberapa sumber daya pengajaran dan materi penelitian Joshua Little.
4. Authoritative / حجة
Penjelasannya hujjah (“yang
berwenang” atau “bukti”) adalah istilah yang digunakan untuk para ulama hadis
dan perawi ulung, mereka yang perawinya produktif dan dihormati. Tingkatan ini memberikan
donasi sejumlah $20 per bulan.
Keistimewaannya adalah nama donatur akan disebutkan dalam ucapan terima kasih untuk artikel blog “Islamic Origin” berikutnya (kecuali jika donatur ingin tetap tidak disebutkan). Donatur akan memiliki akses ke banyak sumber daya pengajaran dan materi penelitian Joshua Little (termasuk kutipan silabus, diagram hadis, diagram sejarah, dll.) serta akan memiliki akses ke tutorial video mendatang tentang cara bekerja dengan hadis (termasuk cara menemukan, menyusun, dan menganalisis hadis).
5. Luminary / علامة
Penjelasannya ʿallamah
(“terpelajar”, “terpelajar”, atau “termasyhur”) adalah istilah yang umumnya
diperuntukkan bagi para ulama hadis terbesar, penulis atau penyusun karya-karya
besar ilmu hadis, mereka yang memberi pengaruh luas pada disiplin ilmu hadis. Tingkatan
ini memberikan donasi sejumlah $50 per bulan.
Keistimewaannya adalah nama donatur akan disebutkan dalam ucapan terima kasih untuk artikel blog “Islamic Origin” berikutnya (kecuali jika donatur lebih suka tidak disebutkan) donatur akan memiliki akses ke banyak sumber daya pengajaran dan materi penelitian Joshua Little (termasuk kutipan silabus, diagram hadis, diagram sejarah, dll.) dan akan memiliki akses ke tutorial video mendatang tentang cara bekerja dengan hadis (termasuk cara menemukan, menyusun, dan menganalisis hadis).
6. Of the best people / من خيار الناس
Penjelasannya min khiyar al-nas
(“dari orang-orang terbaik”), jarang ditemukan dalam kajian hadis tradisional;
ini adalah pernyataan pujian yang sangat tinggi, sebuah ekspresi kekaguman yang
mendalam. Tingkatan ini memberikan donasi sejumlah $100 per bulan.
Keistimewaannya adalah nama donatur akan disebutkan dalam ucapan terima kasih untuk artikel blog “Islamic Origin” berikutnya (kecuali jika donatur lebih suka tidak disebutkan). Donatur akan memiliki akses ke banyak sumber daya pengajaran dan materi penelitian Joshua Little (termasuk kutipan silabus, diagram hadis, diagram sejarah, dll.) dan donatur akan memiliki akses ke tutorial video mendatang tentang cara bekerja dengan hadis (termasuk cara menemukan, menyusun, dan menganalisis hadis).
Ta’dil dan Kontekstualisasi di Masa Sekarang
Dalam konteks Salafisme kontemporer, metode jarh
wa ta’dil tidak hanya digunakan untuk menilai periwayat hadis, tetapi juga
untuk menilai legitimasi ulama dan kelompok Islam, terutama yang dianggap
menyimpang dari doktrin Salafi. Di antara artikel yang membahas ini adalah “Politicising
al-Jarh wa-l-Ta’dil: Rabī’ b. Hadi al-Madkhali and the Transnational Battle for
Religious Authority,” yang ditulis oleh Roel Meijer dalam buku Essays in
Honour of Harald Motzki yang disunting oleh Nicolet Boekhoff-van der Voort,
Kees Versteegh & Joas Wagemakers.
Dalam artikel tersebut, Meijer
menyebutkan bahwa Rabi’ bin Hadi al-Madkhali, ulama Saudi yang terkait dengan
aliran Madkhalī, menjadi tokoh sentral dalam politisasi metode jarh wa ta’dil.
Ia dijuluki "pembawa panji al-jarh wa al-ta’dil rāya di era ini (hamil
rayat al-jarh wa al-ta’dil fi hadza al-‘ashr) oleh gurunya, Nasiruddin
al-Albani. Al-Madkhali menggunakan otoritas ini untuk menyerang kelompok
seperti Ikhwanul Muslimin, Sayyid Quthb, dan Salafi yang dianggap terpengaruh
aktivisme politik. Kritiknya berfokus pada penyimpangan akidah, penerimaan
pluralisme, dan dukungan terhadap gerakan politik yang dianggap mengancam
kemurnian Islam dan stabilitas Saudi.
Al-Madkhali memanfaatkan jaringan transnasional (situs web, ceramah, fatwa) untuk memperluas pengaruhnya. Dengan ini, Madkhalisme menjadi fenomena global, terutama di Eropa, melalui jaringan situs dan komunitas online. Namun, pengaruhnya di Saudi melemah akibat kritik dari ulama senior yang menilai metode al-Madkhali memecah belah.
Di samping itu, ta’dil juga digunakan oleh kelompok Salafi di media sosial di Indonesia. Mereka menggunakan ta’dil dengan istilah sunnah atau salafi. Jika seseorang seperti ustaz atau sesuatu seperti masjid dilabeli dengan sunnah atau salafi, maka otomatis hal tersebut sesuai dengan kriteria kelompok tersebut. Jika tidak, maka ustaz atau masjid tersebut tidak layak dikunjungi oleh kelompok Salafi. Ta’dil seperti ini otomatis menjadi jarh bagi kelompok keagamaan tradisional di Indonesia, dan sekaligus meneguhkan identitas baru bagi kelompok Salafi.